Selasa, 12 April 2016

Joker (Nolanverse)

dari Basis Data DC

(Terjemahan bahasa Indonesia oleh Ryururiver)

 

Galeri.

Nama sebenarnya : Tidak diketahui
Nama samaran : Sang Joker
Nama samaran lainnya : Bozo, Mervyn White
Keluarga : Ayah (nama tidak diketahui), Ibu (nama tidak diketahui), kemungkinan istri (nama tidak diketahui).
Afiliasi : Gotham Organized Crime
Basis operasi : Kota Gotham 




Status
Sifat : Jahat
Identitas : Identitas dirahasiakan
Kebangsaan : Amerika
Status pernikahan : Tidak menikah
Pekerjaan : Teroris

Karakteristik
Jenis Kelamin : Laki-laki
Warna mata : Cokelat
Warna rambut : Hijau
Ciri khas : Bekas luka di sisi mulut

Asal usul
Dunia tinggal : Nolanverse
Pencipta : Jerry Robinson, Bob Kane, Christopher Nolan, David S. Goyer, Jonathan Nolan.
Kemunculan pertama : Dark Knight (film)
Kemunculan terakhir : Dark Knight (film)
"Ada beberapa orang yang tidak mencari sesuatu yang masuk akal, seperti uang. Mereka tidak dapat dibeli, diganggu, diberi alasan, atau diajak bernegosiasi. Beberapa orang hanya ingin melihat dunia ini hancur." -Alfred Pennyworth

Sejarah

Asal muasal dari sang Joker tidak sepenuhnya dijelaskan dalam film The Dark Knight. Berdasarkan film itu, Sang Joker menjelaskan bagaimana dia memperoleh luka permanen yang ada di sekeliling mulutnya. Dia menjelaskan dua cerita. Cerita yang pertama dikatakannya kepada salah satu pemimpin mafia, Gambol, mengenai ayahnya yang pemabuk dan selalu melakukan kekerasan terhadap ibunya. Sang Joker menyebutkan bahwa pada suatu malam, ayahnya sedang melakukan kekerasan kepada ibunya ketika ia, yang waktu itu adalah seorang bocah kecil, duduk di sudut dan menyaksikan semuanya dengan ketakutan. Ayahnya melihat dia meringkuk dan bertanya, “mengapa begitu serius?” kalimat yang menjadi salah satu ciri khas Joker. Setelah itu ayahnya memotong bagian pinggir wajah Joker dalam bentuk senyuman sehingga dia takkan pernah terlihat terlalu serius. Sebuah versi lain dari cerita ini diceritakannya kepada Rachel Dawes, tentang istrinya yang dilukai oleh seorang rentenir yang telah meminjami istrinya uang, namun sang istri tidak dapat menjalani operasi karena masalah biaya. Pada akhirnya Joker mengambil pisau cukur dan memotong bagian sisi mulutnya untuk membuktikan kepada istrinya bahwa dia tidak peduli akan bekas luka, dan bahwa dia hanya ingin melihat senyum istrinya lagi. Dia juga menyebutkan bahwa istrinya benci melihatnya, dan betapapun dia sangat merindukan istrinya, dia selalu tersenyum. Dia juga menyiapkan sebuah cerita mengenai lukanya untuk diceritakan pada Batman, namun Batman melumpuhkannya sebelum dia mendapat kesempatan itu.

Mengingat kegilaan Joker yang jelas, versi lain dari asal usulnya juga dapat dipertimbangkan. Selain itu, di kantor polisi, sidik jari dan gigi Joker tidak memiliki kecocokan, dan pakaian yang dikenakannya adalah barang pesanan, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat melacak namanya.

Tak lama setelah meredanya kasus pasien-pasien gila di Arkham Asylum dalam film Batman Begins, Jim Gordon mengatakan pada Batman bahwa seorang pembunuh tak bernama yang telah melakukan pembunuhan ganda meninggalkan sebuah kartu nama, yaitu sebuah kartu Joker. Pada bagian awal film The Dark Knight, Sang Joker mengirim sekelompok pencuri untuk merampok sebuah bank mafia, dan juga berpesan pada setiap orang pencuri untuk saling membunuh satu sama lain sampai tersisa dirinya sendiri, ketika bus untuk melarikan diri tiba. Setelah membunuh anak buahnya yang terakhir dan menakuti manajer bank dengan sebuah granat asap, sang Joker pergi dengan membawa uang. Pada awalnya para mafia berpikir bahwa Joker adalah musuh mereka, namun kemudian Joker datang di pertemuan mereka dan menawarkan diri untuk membunuh Batman sebagai bayaran. Mereka menyetujuinya setelah sang pahlawan (Batman) menangkap akuntan mereka yang berkebangsaan Cina, Lau.

Sang Joker lalu membunuh seorang peniru Batman dan meninggalkan mayatnya dengan sebuah rekaman yang menjelaskan pada seluruh Gotham bahwa jika Batman tidak menyerahkan dirinya sendiri kepada polisi, akan ada banyak orang yang mati setiap hari. Ketika Sang Joker mulai membunuhi pejabat publik, termasuk Komisaris Loeb dan hakim yang memimpin persidangan mafia, (dan mencoba untuk membunuh Mayor Garcia, yang berakhir dengan melukai Letnan Gordon) Wayne memutuskan untuk memunculkan dirinya. Sebelum Wayne sempat melakukannya, Jaksa Wilayah Harvey Dent mengumumkan bahwa dirinya adalah Batman, untuk memancing Joker keluar dari persembunyiannya. Sang Joker lalu mencoba untuk membunuh Dent ketika polisi sedang membawanya, namun Gordon dan Batman ikut campur dan berhasil menahan Joker.

Batman mencoba untuk menginterogasi Joker, dan terbukti tidak berhasil. Namun Sang Joker mengungkapkan bahwa Dawes dan Dent telah dibawa ke kedua sisi kota yang berlawanan, (meskipun Joker memberikan informasi ini sebagai bagian dari rencananya) keduanya terpisah cukup jauh sehingga Batman tidak akan memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan keduanya, dan mereka berdua ditempatkan dalam gudang yang dipasangi peledak. Batman bergegas datang untuk menyelamatkan Dawes, sementara Gordon dan para polisi pergi ke lokasi Dent. Namun, Joker telah menukar lokasi keduanya, ia mengirim Batman pergi ke lokasi Dent dan Gordon ke lokasi Dawes. Dengan bantuan sebuah bom yang ditempatkan di kantor polisi, Joker kabur dengan menyeret Lau. Pada akhirnya, Joker membakar Lau di atas tumpukan uang miliknya, yang tadinya adalah setengah bagian uang milik para mafia.

 Setelah melarikan diri, sang Joker mengancam akan meledakkan rumah sakit di Gotham jika salah satu dari pegawai Bruce Wayne, Coleman Reese (yang diduga mengetahui identitas asli Batman) tidak dibunuh. Hal ini menyebabkan terjadinya evakuasi pada semua rumah sakit di Gotham, memberi kesempatan pada Joker untuk menyusup ke Rumah Sakit Umum Gotham untuk berbicara dengan Dent, yang sudah menjadi buruk karena luka bakar yang parah di sisi kiri wajahnya dan tenggelam dalam kegilaan akibat kehilangan Dawes. Sang Joker melepaskan Dent dari rumah sakit dan meyakinkannya untuk membalas dendam kepada para polisi, mafia, Gordon, dan Batman. Setelah mereka berdua keluar, Joker meledakkan rumah sakit itu.

Lalu Sang Joker menyatakan bahwa ia akan memerintah jalanan dan bahwa semua orang yang masih berada di Gotham pada malam hari harus tunduk pada pemerintahannya. Dia juga menyebutkan jika pemerintahan harus ada di Gotham, maka Batman harus mati. Akhirnya masyarakat mencoba untuk pergi, meskipun semua jalur yang melewati terowongan dan jembatan telah ditutup. Pada saat itu masih tersisa dua kapal feri dan keduanya segera dipenuhi penumpang. Salah satu dari kedua kapal feri membawa para kriminal dari Arkham dan penjara lainnya, sedangkan kapal feri yang kedua mengangkut penduduk sipil. Joker telah menanamkan bom pada kedua kapal feri tersebut, lalu memberikan kesempatan pada para penumpang di masing-masing kapal untuk menghancurkan kapal yang lainnya demi menyelamatkan diri mereka.

Dengan menggunakan bantuan dari “penglihatan sensor-sonar” miliknya dan Lucius Fox, Batman melacak Joker dan menemukannya di Gedung Prewitt. Batman mengalahkan para anak buah Joker yang menyamar sebagai dokter, dan memukul mundur tim SWAT yang berusaha menyerang penduduk sipil tak bersalah yang didandani seperti anak buah Joker. Sang pahlawan lalu mendatangi Joker, dan disambut olehnya dengan menyuruh anjing Rottweiler menyerang Batman, lalu memukuli Batman dengan pipa baja. Batman mencoba untuk menghentikannya, tetapi Joker semakin dikuasai oleh pipa baja dan ia berhasil menundukkan Batman. Namun akhirnya, dia lengah ketika Batman mendorong baja tajam itu lepas dari tangannya dan menyebabkan Joker melepaskan cengkeramannya pada Batman, lalu dia terlempar dari tepi jendela gedung, namun diselamatkan oleh kawat pengait milik Batman. Sang Joker berada dalam posisi tergantung terbalik sementara Batman mencoba mencegah Joker untuk meledakkan kedua kapal feri. Pada saat yang sama, para penumpang di kedua kapal feri tersebut memutuskan bahwa mereka tidak akan mengorbankan hidup penumpang di kapal lainnya demi menyelamatkan diri mereka sendiri.

Sang Joker, masih berada dalam posisi tergantung terbalik, mengakui bahwa Batman benar-benar memiliki kepribadian baik yang tak bercacat, namun Dent tidak demikian, dan Joker juga mengatakan bahwa ia telah melepaskan kegilaan Dent Si Dua Wajah, dan sekarang Dent berkeliaran di kota. Sang Joker tidak pernah diperlihatkan lagi setelahnya, namun sepertinya dia dibawa ke Arkham Asylum oleh para polisi.


Dark Knight Rises (Bangkitnya Ksatria Kegelapan)

Ketika Bane membebaskan para tahanan, di dalam novel adaptasinya disebutkan bahwa Sang Joker tidak ada di antara mereka. Rumor yang berkembang mengatakan bahwa ia adalah tahanan terakhir di Arkham Asylum, itu pun jika dia masih hidup. Banyak orang yang mempercayai bahwa Joker melarikan diri dari penjagaan, namun keberadaan dan kondisinya tidak diketahui sejak film terakhir.


Kekuatan dan Kemampuan 

Kemampuan
Kelemahan
Kepribadian

Sama seperti semua versi Joker lainnya, versi ini juga digambarkan sebagai orang gila. Namun, disamping kegilaannya itu, dia sering menunjukkan sisi tenangnya. Dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kemarahan. Dia juga sangat cerdas dan perencana yang baik, mampu mengakali para polisi setiap kali mereka mencoba untuk menghentikannya. Dia juga memperlihatkan bahwa dia mampu menggambarkan bagaimana orang-orang berpikir, dan bagaimana untuk memanipulasi pikiran mereka. Hal itu terlihat dari bagaimana dia memanipulasi Harvey Dent menuju kegilaan. Banyak rencananya yang sering memaksa orang-orang untuk membuat pilihan ekstrim dan memaksa mereka untuk memilih antara diri mereka sendiri atau orang lain. (Hal ini terlihat pada permintaannya pada Batman di awal film, lalu pengumumannya pada masyarakat untuk membunuh Reese, dan rencananya dengan kapal feri). Sang Joker tidak memiliki tujuan yang spesifik selain hanya menyebarkan kekacauan dan menggulingkan hukum. Meskipun dia mengatakan ini karena cara termudah untuk hidup adalah tanpa peraturan, jika kita mempertimbangkan sifat sadis alaminya, akan terlihat bahwa motif sebenarnya sangat sederhana, bahwa dia hanya ingin melihat kekacauan terjadi untuk kesenangan pribadinya.

Sesuai dengan tujuannya, sang Joker memperjelas bahwa ia tidak peduli pada apapun atau siapapun, bahkan dirinya sendiri. Secara sukarela ia menempatkan dirinya sendiri dalam bahaya tanpa mempedulikan apa yang mungkin akan terjadi kepadanya. Dia tidak keberatan dengan rasa sakit, hal ini terlihat ketika Batman mencoba menginterogasinya, dimana sang Joker membiarkan dirinya dipukuli tanpa balik melawan (Dia bahkan memberikan tips kepada Batman bagaimana cara menginterogasinya dengan lebih baik) dan tertawa, meskipun Batman menghantamkan wajahnya ke cermin. Dia juga tidak terlihat takut pada kematian, hal ini ditunjukkan ketika dia mengancam untuk meledakkan seperangkat peledak yang dipasangnya pada bagian dalam jasnya ketika salah satu pimpinan mafia, Gambol ingin membunuhnya karena dianggap menghina Gambol. Selain itu ketika Batman melemparnya keluar dari tepi gedung pencakar langit di saat pertarungan final mereka, alih-alih menjerit atau berteriak ketakutan, sang Joker tertawa kegirangan. Catatan lain adalah tampaknya Joker tidak akan mempertaruhkan seluruh nasibnya dalam suatu rencana kecuali dia meyakini bahwa rencana itu akan berhasil.

Setelah Batman menghentikannya meledakkan kedua kapal feri, sang Joker menyebutkan bahwa rencana yang sebenarnya adalah menghancurkan hukum di Gotham untuk mendorong Dent pada kegilaan. Dia tertawa karena Batman berpikir bahwa Joker akan mempertaruhkan seluruh rencananya pada pertarungan dengan Batman. Pada awalnya, sang Joker bertingkah seolah ia ingin membunuh Batman, tetapi berikutnya ia mengatakan bahwa ia tidak mau membunuh Batman. Ketika Batman bertanya pada Joker mengapa ia ingin membunuhnya, Joker tertawa dan berkata, “Membunuhmu? Aku tidak mau membunuhmu. Apa yang akan kulakukan tanpamu? Kembali untuk menghancurkan para mafia? Tidak... tidak.. Kau melengkapiku.” Ketika Batman menolak untuk membunuh Joker di akhir film, sang Joker mengatakan bahwa ia juga tidak bisa membunuh Batman karena Batman “terlalu menyenangkan”. Dia mempercayai bahwa karena alasan ini, dia dan Batman ditakdirkan untuk saling bertarung selamanya.


Catatan
  • Versi dari karakter ini khusus untuk kelanjutan dari serial film Nolanverse dan sebagai adaptasi dari “The Joker”. Karakter aslinya diciptakan oleh Jerry Robinson, Bob Kane, dan Bill Finger dan kemunculan pertamanya dalam Batman #1 
  • Versi Joker ini muncul dalam film Warner Bros. pada tahun 2008 yaitu The Dark Knight dan diperankan oleh Heath Ledger. Pengulangan karakter ini diakui menjadi versi yang paling kelam dari semua Joker yang telah diperankan. Heath Ledger adalah aktor ketiga yang membawa karakter Joker ke layar perfilman. Yang pertama adalah Cesar Romero pada film Batman di tahun 1966. Lalu Jack Nicholson memerankan karakter ini pada filmnya di tahun 1989. Joker yang diperankan oleh Ledger membuat kemunculan di belakang layar pada akhir film Batman Begins di tahun 2005. Di Markas Besar Kepolisian Kota Gotham, Letnan Gordon mengatakan bahwa dengan kemunculan seorang penjaga kota berjubah seperti Batman, akan memberi alasan pada penjahat di Kota Gotham untuk mengembangkan “kejadian yang penuh drama”. Setelah mengatakan hal tersebut, ia memberikan sebuah kartu Joker yang ditemukan di lokasi kejahatan pada Batman. 
  • Berbeda dengan versi lain dari sang Joker (versi cetakan dan teater), Joker yang diperankan oleh Ledger adalah satu-satunya Joker yang secara spesifik diketahui memakai riasan untuk menciptakan identitasnya sebagai sang Joker. Dia mengaplikasikan riasan itu sebagai wajah “alami” nya dan menolak untuk membersihkannya. Dia juga memakai kembali riasan badut itu dalam adegan berturut-turut yang menyebabkan bahan riasannya membusuk dan memberinya penampilan yang semakin berantakan sepanjang film berlangsung. Hanya ada satu adegan ketika Joker bisa dilihat tanpa mengenakan riasan. Selama upacara kehormatan untuk Komisaris Loeb, sang Joker menyamar sebagai polisi dalam upayanya untuk membunuh Mayor Anthony Garcia. 
  • Aspek lain yang berbeda dari versi Joker ini adalah dia terlihat sanggup menahan dirinya saat bertarung melawan Batman. Sepanjang pertarungan pertama mereka, sang Joker berhasil melayangkan beberapa pukulan pada Batman. Saat pertarungan final Joker dan Batman, sang Joker menjadi sangat terprovokasi oleh Batman lalu berhasil menghajar dan menyudutkannya. Sang Joker memukuli Batman sangat keras, menggunakan tinju dan pipa baja yang menyebabkan penglihatan sensor-sonar Batman menjadi tak berfungsi, membuatnya buta sementara, dan memberikan Joker kesempatan yang lebih besar. 
  • Tidak seperti versi lainnya, Joker ini tidak memiliki “Racun Joker”nya yang terkenal. 
  • Dalam film The Dark Knight Rises, Joker tidak pernah disebutkan atau terlihat. Hal ini adalah penghormatan untuk Heath Ledger. Namun, dalam versi novel The Dark Knight Rises, disebutkan bahwa Joker adalah tahanan terakhir di Arkham Asylum dan diduga telah melarikan diri sebelum revolusi Bane.

 Tambahan
  • Joker adalah penampilan sempurna terakhir yang diperankan oleh Heath Ledger, dia telah menyelesaikan semua pekerjaannya dalam film tak lama sebelum kematiannya di bulan Januari 2008. (Dia sedang berperan di film lainnya yaitu The Imaginarium of Doctor Parnassus saat dia meninggal). 
  • Pemasaran inti untuk The Dark Knight pada awalnya berpusat pada Joker, dengan berita mengenai perilisan filmnya di http://WhySoSerious.com Hal ini berubah setelah kematian Ledger, dengan Harvey Dent yang menjadi fokus barunya. 
  • Penampilan Ledger memberikannya penghargaan khusus Academy Award bagi aktor yang meninggal saat bekerja sebagai Aktor Pendukung Terbaik.

Sumber teks : http://dc.wikia.com/wiki/Joker_(Nolanverse)

Footnote : This is just a translation that I do as a fan of Joker. I didn’t do this translation for any financial benefit. The original information was published at http://dc.wikia.com/wiki/Joker_(Nolanverse). If you were related to DC and this original information and want me to delete this post, please tell me at river.tsumugi@gmail.com Thank you.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar